Bumi zamrud khatulistiwa merupakan surga dari berbagai tanaman tropis. Salah satunya adalah Nephentes atau yang lebih di kenal sebagai Kantung Semar. Di Kalimantan Orang Dayak menyebut kantong semar dengan kantong karicik, ketupat sanumang, dan pasuk kameloh. Tanaman ini mempunyai ciri khas sebagai pemangsa serangga. Akhir-akhir ini tanaman ini mulai di cari pecinta tanaman. Tanaman ini mulai banyak dijumpai di kios-kios tanaman hias. Tanaman-tanaman yang banyak beredar di pasaran kebanyakan mengambil langsung dari hutan. Hal ini menyebabkan semakin berkurangnya jumlah spesies Nephentes di hutan. Aktifitas penebangan hutan, pembukaan lahan, pembakaran lahan juga menjadi penyebab menurunya populasi ini secara drastis.
Nephentes termasuk dalam famili Nepenthaceae dan kelas Magnoliopsida. Tanaman ini mempunyai bentuk kantung mirip dengan perutnya semar oleh karena itu dinamakan kantung semar. Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15-20 meter dengan cara memanjat tanaman lainnya, pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya yang masuk ke dalam. Nephentes merupakan tumbuhan karnivora yaitu pemakan daging baik itu serangga, pacet, atau anak kodok. Kantong yang dimiliki tersebut berisi cairan yang merupakan enzim proteolitik yang dapat menghancurkan protein kecuali kitin. Salah satu tempat habitat kantung semar di Kalimantan ada di Kabupaten bulungan sebaran kantung semar di Kabupaten Bulungan mencakup kawasan yang cukup luas, yakni di Desa Bumi Rahayu, Kampung Dayak Besar Desa Apung, hingga Dusun Pidada Desa Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur. Menurut situs kabupaten bulungan ditemukan 9 jenis spesies kantung semar.
No comments:
Post a Comment